Setiap orang memiliki type tradingnya
sendiri-sendiri. Hal ini dikarenakan keterbatasaan waktunya tidak dapat
melihat harga setiap saat. Sehingga memilih untuk bersikap lebih pasif
seperti layaknya kebijakan seoarang Warren Buffet. Ada juga beberapa
orang yang memiliki waktu dan akses yang cukup sehingga memungkinkannya
untuk memantau pergerakan harga dan mencoba mengambil profit semaksimal
mungkin dalam dunia forex. Dengan demikian dia mencoba tradingnya dengan
membuka posisi harian. Dalam dunia trading ada beberapa gaya trader seperti sbb yaitu, Swing Trader, Day Trader & Scalper:
1. Swing Trader
Merupakan mereka yang
memutuskan trading dengan cara yang pertama. Para Swing trader cenderung
untuk menahan posisinya hingga berhari-hari, berminggu-minggu hingga berbulan-bulan.
Bahkan ada yang menahan posisinya hingga satu tahun! Trader dengan pola
seperti ini cenderung untuk menunggu sampai harga berada pada posisi
terbaiknya baru kemudian membidik dengan membuka sejumlah lot dan
menempatkan target profit cukup besar. Biasanya mereka membuka posisi
hanya pada kondisi yang sangat ekstrim dimana harga sudah sangat tinggi
atau harga sudah sangat rendah menurut history pergerakan dalam beberapa
minggu terakhir. Dikarenakan kondisi demikian tidak terlalu sering
terjadi maka sekali mereka mendapatkan kesempatan tersebut maka target
yang dikejar pun sangat besar dan juga diimbangi dengan dana yang cukup
untuk menahan pergerakan harga karena biasanya mereka menentukan titik
Stop Loss yang juga lumayan besar. Itu sebabnya para Swinger seringkali
memulai trading mereka dengan modal lumayan seKitar $3000 untuk sebuah
mini trading.
Para Swinger lebih sering menggunakan time frame
harian atau 4h untuk menentukan trend jangka panjang mereka. Untuk
pengambilan keputusan Buy atau Sell, biasanya mereka cukup menggunakan
grafik 1h saja. Maksudnya begini: pada saat mereka hendak mencari saat
yang pas untuk membuka posisi maka mereka akan membuka chart 1D atau 4H
mereka. Kemudian mereka menentukan trend apakah yang sedang terjadi
ketika pada grafik 1D tersebut. Jika trend menunjukkan situasi dengan
menuju uptrend maka mereka hanya akan mencari posisi Buy dan tidak akan
membuka posisi Sell sama sekali.
Selanjutnya mereka akan mencari
waktu yang tepat untuk membuka posisi. Caranya adalah dengan menunggu
grafik H1 berada pada arah yang sama dengan D1. Artinya jika D1
menunjukkan arah naik maka Swinger akan menunggu waktu dimana H1 juga
menunjukkan arah yang naik. Setelah itu posisi Buy pun dilakukan. Ketika
mereka masuk maka biasanya mereka akan menentukan berapa target profit
mereka. Rata-rata trader dengan tipe seperti ini akan mengejar target
profit di atas 100 points sehingga membutuhkan beberapa hari hingga
beberapa minggu untuk mencapainya.
Hal lainnya yang perlu
diketahui adalah para Swinger ini bahkan tidak segan-segan melakukan
aksi counter trend hanya untuk mengambil pembukaan posisi. Misalnya
ketika harga sudah mencapai daerah jenuhnya (katakanlah Overbought) maka
mereka tidak takut untuk mengambil posisi Sell meskipun trend kenaikan
belum berakhir. Anggapan mereka adalah demi menghemat waktu dikarenakan
mereka kebanyakan tidak menyukai memantau grafik mereka terus-terusan.
Itu sebabnya mereka memiliki modal yang cukup besar untuk menahan
pergerakan harga demikian dengan asumsi bahwa tidak lama lagi harga akan
bergerak turun meskipun pada saat ini masih sedang dalam trend naik.
Kelebihan
dari bertrading dengan model seperti ini adalah pertama ada pada
analisa yang relatif lebih mudah. Perlu diketahui bahwa semakin besar
time frame yang Kita gunakan maka akan semakin mudah bagi Kita untuk
memprediksi pergerakan harga. Sebaliknya semakin kecil time frame yang
digunakan maka akan semakin sulit bagi Kita untuk memprediksi pergerakan
dengan benar. Hal ini dikarenakan dengan time frame yang lebih kecil
grafik seringkali lebih bergerigi ( whipsaw) sehingga sulit membaca
trend utamanya.
Kemudahan lainnya adalah pada sisi tekanan
psikologis. Dikarenakan para Swinger menggunakan time frame yang lumayan
besar maka biasanya mereka tidak perlu memantau pergerakan grafik
setiap jam atau setiap menit. Cukup hanya sekali dalam satu hari pun
tidak masalah. Akibatnya mereka akan lebih nyaman secara psikologis dan
terhindar dari tekanan pasar di setiap pergerakannya. Well happier life,
isn’t it? Dan dengan alasan yang sama mereka pun biasanya dapat
melakukan aktivitas sehari-hari mereka selain trading dengan baik.
Kekurangannya?
Tentu saja ada! Kekurangan yang paling mendasar dalam bertrading dengan
pola Swing seperti ini adalah di permasalahan modal. Anda tidak dapat
melakukan Swing trading hanya dengan modal $500! Dikarenakan Stop Loss
yang dikenakan cukup panjang maka biasanya mereka membutuhkan modal yang
tidak sedikit untuk bertrading. Paling tidak $2000. Itu pun sudah
sangat minimal sekali. Belum lagi jika mereka bermain tidak cukup hanya
dengan 1 lot saja untuk satu kali pembukaan posisi, maka modal yang
disertakan bisa mencapai beberapa kali lipat mulai $4000 bahkan hingga
puluhan ribu Dollar.
Persoalan kedua dalam swing trading adalah ada
pada kesempatan yang diperoleh. Seringkali para Swinger ini tidak dapat
membuka posisi sementara trader tipe lain seperti Day Trader atau
Scalper dapat menangguk keuntungan pada pergerakan yang ada. Penyebabnya
adalah kesempatan bagi para Swinger jauh lebih sedikit dibanding para
trader tipe lain. Itu disebabkan mereka harus menunggu harga berada pada
kedua titik ekstrim untuk membuka posisi. Ketika harga sedang bermain
di garis mediannya (garis tengah) maka mereka tidak dapat melakukan apa
pun selain menunggu. Pekerjaan yang membosankan!
2. Day Trader merupakan
trader dengan model harian. Biasanya trader tipe ini akan membuka
posisinya dan menutup dihari yang sama. Paling lama hanya dalam kisaran
beberapa hari dan sangat jarang melewati minggu yang berjalan. Maksudnya
sebisa mungkin mereka akan menutup posisi mereka sebelum awal minggu
berikutnya dimulai. Jadi jika mereka membuka posisi hari Kamis maka
sebelum Sabtu pagi mereka akan menutup posisi mereka karena mereka tidak
menyukai menunggu hingga hari senin dimana pola dan trend baru sedang
terjadi.
Nah para Day Trader ini biasanya menggunakan time frame
4H atau 1H sebagai penentu long term trendnya. Sedangkan untuk eksekusi
harian mereka lebih suka menggunakan time frame 15M.
Dikarenakan
time frame dan waktu trading yang singkat, target profit mereka pun
tidaklah terlalu besar. Hanya ada dalam kisaran dibawah 100 points.
Kebanyakan adalah seKitar 30-50 points. Namun justru dikarenakan target
profit mereka tidak terlalu besar maka mereka dapat melakukan pembukaan
posisi beberapa kali dalam satu harinya. Bahkan Saya pernah bertemu
dengan seorang day trader yang bertrading hingga 13 lot dalam satu hari
padahal deposit awal yang dia masukkan hanya sebesar $500!! Ini
tergolong day trader yang sangat aktif.
Ada banyak manfaat yang
bisa diperoleh ketika seseorang melakukan day trader. Hal terutama
adalah pada deposit awal yang dilakukan. Seorang day trader dapat
memulai hanya dengan modal $1000 saja. Bahkan beberapa yang sudah mahir
bertrading mampu mengembangkan dananya hingga ratusan persen dalam
beberapa bulan padahal mereka memulai hanya dari sebesar $500 saja.
Meskipun demikian memang tidak disarankan memulai trading hanya dengan
modal $500 dikarenakan besarnya resiko yang mungkin terjadi jikalau
Anda adalah seorang pemula. Bagaimana pun modal tidak bisa dibohongi.
Apakah kalian setuju dengan Pak Guru anak-anak?
Manfaat lain
ketika Anda melakukan trading dengan pola day trader adalah pada
banyaknya kesempatan yang bisa diambil. Dikarenakan target profit yang
dikejar tidak lebih dari 100 points, kesempatan ini dapat timbul hampir
setiap hari diberbagai jenis pasangan mata uang utama. Jikalau Anda
cukup pAndai, entahkah harga sedang berada dalam gelombang naik atau
turun, seorang day trader mampu mendapatkan profit dari sana. Para day
trader tidak terlalu memusingkan akan trend jangka panjang seperti
seorang Swinger. Hal ini disebabkan bagi mereka trading adalah hari ini.
Dengan melihat pergerakan hari ini maka itulah kondisi market yang bisa
diambil. Itu sebabnya mereka menggunakan time frame yang relatif lebih
pendek seperti 15M atau 10M.
Kekurangan dalam trading dengan
pola seperti ini tentu saja ada. Jika pada seorang Swinger kelebihannya
ada pada mudahnya pengontrolan posisi dah harga, hal ini justru menjadi
kendala seorang day trader. Seorang day trader harus cukup kuat memantau
pergerakan harga beberapa kali setiap harinya. Jikalau tidak demikian
mereka dapat kehilangan kesempatan mereka dalam pembukaan posisi. Hal in
berimbas pada besarnya kemungkinan seorang day trader mengalami tekanan
psikologis yang diakibatkan perubahan harga dari detik ke detik. Anda
yang sudah pernah membuka real account atau sedang menjalankan real
account tahu maksud Saya. Pada real account, titik psikologis memegang
peranan yang sangat penting jauh melebihi tekanan mana pun.
Kekurangan
lainnya adalah pada kelebihan seorang day trader yaitu derajat
keaktifannya. Semakin aktif seseorang membuka posisi maka resiko yang
ditempuh juga akan semakin besar. Jadi alih-alih mendapatkan profit,
seorang day trader yang tidak mahir membaca grafik acapkali mengalami
loss dalam jumlah cukup besar dalam waktu yang singkat.
3 ScalperScalping
berasal dari bahasa Inggris (scalp) yang artinya adalah kutu loncat.
Nah trading dengan tipe scalping memang kurang lebih menganut paham ini.
Tanpa bermaksud merendahkan para Scalper dunia, mereka seringkali
memanfaatkan situasi pergerakan harga yang sangat kecil dan tiada
artinya bagi seorang Swinger. Bagi mereka, keuntungan 10-15 points
sehari adalah sudah cukup yang penting adalah stablitasnya.
Maksudnya
begini: Dengan mengambil keuntungan sekecil itu, para Scalper
berpandangan bahwa hal tersebut jauh lebih mudah dibandingkan mengejar
keuntungan 100 points dalam satu kali tradenya. Seringkali mereka juga
mengambil jumlah lot yang jauh lebih banyak untuk satu kali pembukaan
posisi dibandingkan para trader kebanyakan. Andaikata dengan modal $2000
seorang Swinger membuka lot hanya sebanyak 2 lot dalam satu kali
transaksi, para Scalper dapat membuka posisi hingga 5 kali lipatnya!
Bagaimana jika terjadi margin call? Nah titik margin call itu bagi
mereka adalah titik Stop Loss mereka! Namun sebaliknya ketika profit
sebesar 10 points mereka peroleh, bayangkan saja 10 x 5 = 50 lot. Sama
bukan dengan seorang day trader? Tapi kali ini jauh lebih mudah karena
hanya mengincar 10 points saja. Belum lagi dikarenakan hanya mengincar
profit 10 points saja, mereka dapat membuka posisi berkali-kali hingga
puluhan kali dalam satu hari. Hmm… betapa aktifnya mereka!
Seorang
scalper biasanya menggunakan time frame 1H dan 5M dalam trading mereka.
1H berguna untuk menentukan major trend yang sedang terjadi sedangkan
5M digunakan sebagai penentu eksekusi.
O ya, bagi seorang
scalper, spread sangat penting peranannya bagi mereka. Para scalper
sering kali mencari pialang dengan spread yang sangat kecil. Semakin
kecil akan semakin baik dikarenakan bagi mereka selisih 1-2 points saja
sangat penting artinya. Itu sebabnya mereka biasa bertrading pada
pialang luar seperti
Alpari,
FXDD,
AAAfx (bukan promosi lho hehehehe).
Kelebihan
dari trading dengan model seperti ini adalah mudahnya Kita mendapatkan
profit yang Kita kejar. Pergerakan 10 points bahkan dapat dicapai ketika
pasar sedang sangat-sangat sepi dan bursa London dan Newyork sedang
tutup! Keaktifan Kita membuka posisi juga tentunya jauh lebih besar
dibandingkan seorang Day Trader apalagi Swinger. Modal yang disertakan
juga tidak perlu besar-besar sekali. $1000 sudah lebih dari cukup.
Bahkan $500 pun tidak masalah.
Kekurangannya? Ada. Permasalahan
paling utama adalah menentukan titik Stop Loss yang akan diambil. Dengan
target profit hanya 10 points maka jika Kita mau yang berimbang maka SL
Kita pun harus sama besarnya yaitu 10 points. Tapi masalahnya sama
seperti target 10 points dapat tercapai dengan mudah maka batas Stop
Loss sebesar 10 points pun tidak kalah mudahnya.
Kalau begitu
bagaimana kalau SL Kita tentukan sebesar 30 points? Bukankah jadi lebih
mudah mencapai profit sementara SL menjadi jauh lebih longgar? Benar.
Namun 3 x Anda profit dalam 1x loss saja semuanya sudah impas.
Nah
kalau Scalping tanpa SL bagaimana? Ini juga tidak kalah sulitnya.
Memang akan jauh lebih mudah mencapai profit. Tapi coba bayangkan Anda
harus menunggu berhari-hari karena posisi Anda terfloating negatif tapi
ketika Anda profit Anda hanya mengambil 10 Points saja! Bukankah itu
aneh? Resiko yang Kita tanggung adalah sampai tingkat Margin Call dimana
nyaris semua dana Kita hilang tetapi keuntungan yang Kita ambil hanya
10 points! Benar-benar tidak masuk akal.
Ok itu adalah
berbagai macam metode trading yang digunakan para trader di dunia. Perlu
dipahami disini bahwa tidak ada satupun metode trading yang telah
disebutkan diatas lebih baik dibandingkan metode lainnya. Setiap metode
memiliki orang-orang suksesnya sendiri yang telah mencoba metode
tersebut bertahun-tahun. Namun juga ada saja yang merugi karenanya.
Kunci
disini adalah menemukan metode trading yang tepat bagi diri Anda
sendiri. Coba tanyakan pada diri Anda sendiri berapa banyak waktu dan
modal yang Anda miliki? Apakah Anda seorang yang sibuk dalam pekerjaan
sehari-hari? Jika ya maka bergabunglah dengan para Swingers. Atau jika
Anda senang dengan sebuah petualangan, bergabunglah dengan Scalpers.
Tidak ada masalah sama sekali. Sepanjang itu sesuai dengan kepribadian
Anda maka itu akan benar-benar berguna.
Yang perlu ditekankan disini adalah
penggunaan multiple time frame akan sangat membantu Anda dalam
menentukan kondisi yang sedang terjadi di market. Satu kunci sederhana
dalam menentukan time frame adalah: time frame yang lebih kecil selalu
akan menuruti time frame yang lebih besar. Ini penting untuk Anda
pahami. Andaikata Anda menemukan grafik H1 Anda menunjukkan arah turun
dan sebaliknya D1 Anda menunjukkan arah naik maka adalah baik untuk
menunggu sampai keduanya searah. Atau jikalau Anda pun memaksa untuk
membuka posisi maka ikutilah time frame yang lebih besar! Karena dalam
hitungan beberapa jam ke depan harga memang akan turun tetapi dalam
hitungan hari harga akan terus naik dan naik! (
www.novry.com)